asmara menurutku, dan menurutmu

asmara bagikuseperti musim penghujan,bagaimanapun aku menghindarakan selalu basah seperti itulah dirimu,entah kemanapun aku pergiada kau di ingatan kopi saja tetap pahitwalau sebanyak apapun gulanya,bagaimana caraku melupakanmu?kau tak perlu tahu,karena memang tak bisa sayang dan aku harap,asmara bagimuseperti musim gugur,sebanyak apapun jatuhnyaakan selalu tumbuhlagi dan lagi,takkan pernah habis aku harap begitu,jadi setidaknyakita tak perlumenyalahkan takdiryang dengan […]Read Post ›