aku & hujan

dinding itu pasti masih mengenaliku,
lelaki berjaket hitam kusam yang tak bersahabat
menghabiskan secuil malam menegakkan dagu,
merapatkan punggung menjauhkannya dari hujan lebat
 
habis sudah kataku, tak terperi jadinya
menunggu bukan kata manis kala itu
 
aku mengulang mencarimu, mengulang menjamahmu
kau diam rupanya ditelan derasnya malam ditengah hujan
sedang aku, lelaki tak beruntung ditemani kerinduan
ditemani lintang tak bertuan…
akhirnya aku meregangkan punggung dari dinding,
lalu dinding itu tersenyum, dan mulai mengejek
“kali ini kau kalah oleh takdir yang bisu” katanya,
“karena senja telah pulang pada sang bunda sejak punggungmu menyentuhku…”
 
inikah kutukan dari menyembunyikan rembulan
dengan dusta dan kelakar murahan…
 
 
 
 
 
#NowPlaying Michael Buble – You’ll Never Know
pena ini adalah rindumu, tintanya tak  jua habis menuliskan namamu…
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s