diselasar itu…

ia berjalan diselasar sepi itu
menikmati kesunyiannya, tak bersuara
 
ia memeluk sebuah jam dinding,
melirik coretan kunang-kunang disekat jendela,  dan beberapa anak tangga yang manis
 
ia berhenti, di sebuah ruangan berpintu kaca
lalu sayup terdengar kenangan bercerita tentang keraguan
aku lihat matanya mulai basah,
hatinya seolah pecah dan berserakan dilantai
 
ia teringat,
satu kantung bakpao yang diberikan oleh seseorang,
juga perjalanan yang singkat  sampai dimuka rumah,
atau sekecup kecil didahi didepan dermaga
 
“apakah itu harmoni kisah kehidupan?” tanyanya dengan geram
ia tetap memeluk jam dinding itu dengan nanar,
ingin agar jam dinding itu menjadi sesosok lelaki
memikirkan bagaimana manisnya bakpao, juga perjalanan berdua sampai muka rumahnya
atau sekecup kecil didahi, yang ia dapatkan didepan dermaga
 
ia mencoba melawan kehendak Tuhan,
berusaha merusak tatanan waktu, dengan menarik mundur jarum jam itu
 
 
 
 
 
#NowPlaying Jikustik – Sudah Kehendaknya
jika jarum jam itu adalah kenangan, maka saat keduanya berpelukan akan terlahir kerinduan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s