yang diam dibawah kanopi…

diperumahan ini semuanya sunyi,
melamun dari waktu kewaktu
 
dalam desiran, dalam keheningan, dibawah kanopi
segelas teh berkantung rindu melarut sudah
ia melarut dalam asa, memecahkan pucuk-pucuk diamku
 
lalu seekor burung gereja bernyanyi sendu namun merdu,
ia mampu melubangi hatiku yang berisi  romansa berbalut rindu
“salahkah aku yang memuja,
memuja hamba-Mu yang tak mungkin diberikan kepadaku…” sendunya
dia yang memiliki lekuk angkasa dimatanya,
yang memiliki sudut gemintang disenyumnya
akankah menemani lelaki ini menikmati senja, memeluk masa depan…
 
itu senja, itu dinda, itu dia…
 
 
 
 
#NowPlaying Float – Tiap Senja
adalah aku dedaunan kering diberanda yang sunyi, terbaringku diatas kenangan yang luar biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s