satu malam, satu rembulan…

dua mata membahas teduhnya warna dan sendunya biru
melambungkan asa ditengah jagad malam tanpa awan
 
berlama-lama terdiam
 
menjarah usia diperbedaan ruang dan waktu
merajah jarak, merasuk dalam kulit
dingin, mengabur dalam kedip
 
adalah jeda yang menyadarkanku dari buaian,
buaian dalam pelukan rembulan disatu kota, yang mengantarkanku kekotamu…
 
 
 
#NowPlaying Potret – Trocadero
kesempurnaan sinar rembulan kali ini hanya terjadi bila kau juga melihat bulan yang sama disana…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s