antara pagi, jendela, dan sayapmu

pagi ini kulihat kau terduduk sendiri didekat jendela
merapatkan bibir, memandangi fajar dalam diam
 
terlihat kedua sayapmu yang kaku, menutupi wajah ayu itu dengan keraguan
semilir angin pagi menyusup disela bulu halus sayapmu, menyusuri tiap incinya
 
kau terdiam, masih tak bergeming
 
boleh aku menerka? apa kali ini kau masih tak berani mengepakkannya?
ingatlah, fajarpun nanti tak kan semenarik ini,
siangpun nanti tak’kan terik, dan malam’pun tak kan dingin lagi
kau pantas berdiri menghadapi dunia, dan merentangkan sayapmu sampai menyentuh angkasa
 
bergegaslah sentuh tanganku, dan melangkah bersama angin
melintasi pelangi berwarna jingga, yang bercerita seputar sejarah dan cerita lalu
 
lalu pastikan sayapmu itu terlatih menembus awan-awan ungu dari hari-hari yang kian sendu
dan bangkit adalah jawaban dari terjatuh, pastikan tubuhmu kuat menghadapinya
hei, fajar’pun telah lewat
bangkitlah, nikmatilah sarapan bersamaku
rembulan masih nanti malam, ia akan datang selepas senja
 
 
 
 
#NowPlaying Brian Adam – Heaven
dari semua yang kulihat didirimu, hanya bahu yang diselimuti sayap-sayap itu yang menarik bagiku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s