pertemuanku pada mata sebulat rembulan…

kurelakan dingin menyusuri jemariku, meringkuk ditengkukku
kubiarkan waktu menjelang pagi, memanggilku pulang
yang akhirnya mengenalkanku pada tempat teduh, disebelah trotoar
 
ini tidak dingin, ini tidaklah pagi, ini perhentian
 
disebelah keagungan, aku mengenal kehidupan lain
menyusuri cerita perjalanan sepanjang malam, meniti perih
merengkuh pandangan, didalam kehangatan dimata sebulat rembulan
 
ini masih malam, ini masihlah gelap, ini harapan
 
 
 
#NowPlaying Mocca – This Conversation
simpanlah, nanti kau butuhkan untuk menghangatkanmu dari dingin dan menghindarimu dari terik…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s