sesederhana itu…

terpikirkah oleh kertas putih itu, bahwa ia hanya akan menjadi dingin dan kaku nantinya? dan terpikirkah oleh sang pena untuk menumpahkan sajaknya diatas kertas putih itu?
dalam bayanganku, sesaat pena meletakkan bibirnya pada lembutnya kertas, keduanya akan bersatu dan terbentuklah perpaduan semesta kecil disatuan buku setebal umur mereka berdua. melarik, menghujam, dan melukai sudut kecil persis dekat uluh hatinya.
sesederhana itu ak mencoba menoreh cerita di sajian satu paragrah hidupmu. ataulah ada kata lain pengganti kata sederhana, yang mampu menggambarkan aku dalam cuilan kisahmu.
ah, paling tidak paragraf itu berima kupikir. dan kau tak mungkin melupakannya sesederhana itu…
 
bila suatu masa nanti sang pena dan kertas putih bertemu kembali, aku yakin semuanya tak lagi canggung seperti ini. namun pastinya dikehidupan lain, disuatu masa lain. tidak untuk saat ini, tidak dimasa ini…
 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s