benarkah pemahamanku?

Kini Ku paham, malampun tak selalu ditemani rembulan. Dimana rembulan tak selalu datang bersama bintang. Dan aku tahu bintangpun tak selamanya bersanding bersama bumi.
Seharusnya aku paham bahwa ini adalah aturan semesta, yang bersama sang waktu berdansa menikmati semua. Menikmati aku yang seperti reruntuhan puing ditengah lautan, bermandikan rembulan, berdebu mentari.
Sudah benarkah takdir menggenggam tanganku, Dan mengantarkanku kemulut sang nasib? Benarkah aku yang telah dipilih dewi rindu untuk tetap terikat padanya?


Biarkan sajakku mengunci pintu keabadian bersama senyummu didalamnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s