ruang rindu 05

yak handai taulan, enyak babeh-engkong-ponakan, dll…
ane mau ngelanjutin koleksi sajak harian neh, yg biasanya ane kirim via twitter. OK, tanpa banyak basa-basi mari kita langsung saja simak percakapan berikut. antara si A, lelaki & si B, wanita:
 
A: bapak km tukang dodol piknik garut yah?
B: kok tau?
A: abis km manisnya keterlaluan…
eeaaa…uuppsss
 
A: bapak km jualan obat yah?
B: kok tau?
A: minta obat rindunya dong…
eeeaaa…kena dahhh…
 
A: bapak km  bisa main gitar yah?
B: kok tau?
A: abis suara kamu merdu banged
eeeaaa…bisa aje nehhh…
 
A: bapak km pasti astronom yah?
B: kok tau?
A: abis aku ngerasa ngeliat pernik2 angkasa kalo liat km
eeeaaa…kkerreenn nih…
 
A: bapak km pasti suka nulis sajak yah?
B: kok tahu?
A: abis kamu itu penuh dengan inspirasi deh
eeeaaa…ini dalemmm….
 
ok, ok, yang diatas salah. bukan sajak yg mau gw sampein🙂
itu akibat pengaruh OVJ, si sule prikitiw. ini neh yg bener, selamat menikmati sajak2 dibulan april yah:
 
 

kenakanlah jaket & tunggulah sebentar, aku harus segera tidur lalu segera menjemputmu @sajak_cinta

30 April 2011

 

seperti tulip dan sang lebah, itulah kau dan aku-bertemu untuk berpisah @sajak_cinta

30 April 2011

 

sudah kugadang-gadang hatiku dibawah teriknya mentari, masih saja basah & lembab oleh rindu @sajak_cinta

30 April 2011

 

berjanjilah, jika kau terlelap nanti kau mau pergi bersamaku berkeliling kota lagi seperti waktu lalu @sajak_cinta

30 April 2011

 

Bila suatu saat nanti tersadar dari perjalananmu, hadapilah senja berwarna jingga ini. Sejenak saja hampiriku, dipantaiku-menepilah #angin

30 April 2011

 

Bila Kau menepi di dermagaku, bila Kau menjauh. Berkibar geloraku atasmu, sadarilah Jelas karenamu hei sang tak nyata #angin

30 April 2011

 

Kala itu mendekat & beraroma kental, berdesir darah nadiku-bergejolak irama jantungku. Ah, hanya berhembus menyentuh sedikit rambutku #angin

30 April 2011

 

Berpaling kutak mampu, angin itu masih menimbulkan aroma sejuk-bahkan ribuan mill jauhnya. Sungguh luar biasa auranya #angin

30 April 2011

 

Dia bergerak tak terarah, terlihat tapi tak teraih. Gerakannya semakin menjauh tapi kadang mendekat dikala senja #angin

30 April 2011

 

Kuraihpun tak mungkin, kukejarpun tak nyana. Selalu Ku genggam harapan untuk tetap bisa menggapainya #angin

30 April 2011

 

Angin yg menyentuku tak sedingin dulu, Ia semakin menjauh & berputar kelain dimensi #angin

30 April 2011

 

jangan datang dahulu hei senja, aku harus bersiap untukmu sekarang @sajak_cinta

30 April 2011

 

Tuhan ternyata telah menciptakan keindahan hebat hari ini, kau mampu mengalihkan senja @sajak_cinta

29 April 2011

 

aku melewatkan kesempatan takdir, tapi aku percaya takdir pula yg membawa sinarmu esok fajar. janganlah risaukan hari esok @sajak_cinta

28 April 2011

Tak pernah sekalipun senjaku terlewat tanpa menyebut namamu bintang timurku @sajak_cinta

28 April 2011

 

jikalau aku angin, maka kupilih bahumu yang seputih rembulan tuk kusentuh pertama kali @sajak_cinta

27 April 2011

 

Bukan satu kali aku berjaga diantara hujan, hanya untuk melindungi sang senja dari kerumunan air @sajak_cinta

26 April 2011

 

Yang tersisa hanya dinginnya malam berlambai kegelapan, tak kurasa lagi tanganmu melingkar dipinggangku @sajak_cinta

26 April 2011

 

memujamu tak ubahnya rembulan disudut kamarku, walau terhalangi jendela tetap menembus dindingnya @sajak_cinta

25 April

 

Bila senja kali ini tak teraih, setidaknya aku masih memiliki-mu di dekstopku @sajak_cinta

24 April 2011

 

dibalik mega-mega itu terhampar kerlip senyumanmu kasih, berpendar terang tapi tak teraih @sajak_cinta

24 April 2011

 

Dan mentaripun mulai lelah ketika tiap kali Ku tiupkan puisi keudara bernada namamu @sajak_cinta #selamatsenja

23 April 2011

 

dua jam memang tak terasa lelah menunggumu, tapi jelas terasa bodoh ketika kau bilang sudah dirumah @sajak_cinta #memori

22 April 2011

 

pernah kuberdiri dimakan waktu dijaga hujan, menunggu senja yang telah pulang dijemput sang bunda @Syair_malam

22 April 2011

 

sudah kucoba tertawa saat berlari melewati derasnya hujan, rupanya tak semenarik jika itu dilakukan tanpamu @sajak_cinta

22 April 2011

 

berulang sudah hujan membanjiri tanah gersangku, tak jua menghapus kerikil tipis senyummu adinda @sajak_cinta

22 April 2011

 

satu depa kujalani, satu windu kujelajahi, satu waktu tak kulewati denting-denting teriakanmu menyebut namaku @sajak_cinta

20 April 2011

 

meniup dingin di kamarku yg temaram, berarak wajahmu mengayun di pintu kamarku. kuberi jalan masuk dan ku tertidur @sajak_cinta

20 April 2011

 

Mencoba merambat dipadang senja, ketika siang melaburkan senyumanmu @sajak_cinta

20 April 2011

 

Tuhan berikan aku sayap kekuatan, agar ia mengerti bahwa menggapainya itu tak mudah @sajak_cinta

19 April 2011

 

membersihkan dinding ini melelahkan, terlebih terlalu dalam namamu tertoreh disudutnya @sajak_cinta

17 April 2011

 

Terbuai Ku dalam tidur, ketika setumpuk awan membawaku pergi menjauhi sang senja didepan rumahmu @sajak_cinta

15 April 2011

 

Suatu ketika Kau melintas dikeheningan senja, melabur duka menikmat bahagia & melupakan aku yg pernah memuja @sajak_cinta

15 April 2011

 

Tampaknya telah menetes perlahan rinduku dari gelas kesadaranku, aku tak mau membasahi meja takdirmu @sajak_cinta

14 April 2011

 

hanya melihat bayangmu saja bergelora detak jantungku, menuliskan puisi untukmulah peredam gelora ini @sajak_cinta

14 April 2011

 

Mereka bilang dunia telah memilikimu, tak tahu kah mereka bahwa akulah dunia itu @sajak_cinta

14 April 2011

 

Pagi membawaku kenangan lalu, dengan cerahnya mentari pagi yg sama #selamatpagi

13 April 2011

 

adalah kamu, angin malam yang menyekat erat di paru-paruku. mendiaami tiap relung nafasku, mendiami dan menghantuiku @sajak_cinta

11 April 2011

 

aura kotamu melekat dibalik kerah baju tidurku, melepaskan detil aroma kerinduan. malam ini aku pastikan terbang kekotamu @sajak_cinta

10 April 2011

 

bilakah ia merasuk ditidurku, biarkan aku berderu dalam guman. melorohkan senyuman yang menyebutkan namamu @sajak_cinta

9 April 2011

 

usaplah pipinya, kebaskanlah rambutnya. kupastikan kau melihat bekas basah bibirku di pipinya @sajak_cinta

9 April 2011

2 comments on “ruang rindu 05

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s