lalu apa lagi?

ditiap kataku, terlampir lengan senja yang mampu merangkul jika kau lelah bersandar di kesedihan
barangkali temaramnya langit menghabiskan tenagamu, nanti kusajikan huruf-huruf manja penghibur hatimu
atau nanti kutampilkan yang lebih istimewa dari musim penghujan, yaitu sajak-sajaku
siapa nyana mampu merapikan bulu-bulu halus dari kedua sayapmu, yang terlihat lelah namun kokoh…
 
dan saat semua telah terangkum menjadi satu dalam saku biru direnda-renda gaunmu, maukah kau sejenak nanti merogohnya
merasakan hangatnya malam dipadang gundah, dan dinginnya pagi disamudra penuh senyuman…
namun jika akhirnya semua itu tak menjadi bermakna, apalagi yang harus kulakukan?
dan bila  seluruh daya telah kukerahkan untuk hatimu, apalagi yang harus kulakukan?
jika kata serta sajakku tak jua meluruhkan hatimu, lalu apalagi yang harus kulakukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s