samuderamu…

Dan dihamparan samudera biru aku telah menebar benih-benih garam, ditepian juga ditengahnya

Kucelupkan kini tubuhku kedalamnya, sebatas dada kurasa. Antara dingin dan tiada, antara karang dan rapuhnya hati.  Tak beralas mimpi  menapak dan menjelajah sampai dipalungnya
Sudah menyatukah aku didalamnya? Sudah asinkah tubuhku menurutnya?

Dan ketika tapak-tapakku terukir dipantai, hanya berharap tak secepatnya dihapus riak-riak samuderamu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s