cerita siang menjelang senja kali ini…

Rerumputan dan ilalang menjembatani aku dengan keheningan, menyeka kulit ariku, menuntunku berjalan tanpa melihat tujuan
Seperti merebahkan sebagian keinginanku diteras abu-abu depan rumahmu, lalu mendengarkan lantunan nada sendu dari seruling yang tersentuh oleh jiwa-jiwa lugu didalam hatiku
Aku peramal picisan, yang diminta sang senja untuk tetap menyinarimu…

Bukankah semua berkerja untuk suatu tujuan? yang telah bumi ciptakan dari senyapnya angin Dan ramainya gelombang di langit…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s