pohon akasia dan angin siang

Kenapa Kau hanya berputar disini hai angin? Aku telah bergerak tiga kali mengikuti iramamu. Kau menggelitik dedaunan kecilku, bermain dengan ranting diujung bahuku, lalu merontokkan mimpi didaunanku yang telah menguning
Ah aku hanya bosan, surya sudah dikepala namun belum mengajakku berpetualang. Jiwaku bersenandung merdu jika bergesekan dengan dedaunanmu. Meninggalkan rindu yang terpahat dijengkal batangmu, Dan merontokkan kenagan usang bersama dedaunan kuningmu

Aku masih ingin menari, mengganggumu, membuatmu terjaga
Baiklah jika itu maumu, genggam jemari hijauku. Ajak aku berdansa, menari dibawah angkasa. Sampai waktu menjadi Ibu, lalu memanggilku pulang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s