coba kau perhatikan…

coba perhatikan dedaunan bintang itu
yang melekat anggun dipepohonan malam
yang meranggas dikemaraunya musim tanpa awan
melibatkan bulan, angin, serta kesenyapan
 
coba genggam jemariku saat melintasi jembatan waktu
dimana kita berdua mengikat seperti akar kepada bumi
seperti tinta pada kertas, seperti kata pada paragraf
melebihi satu, melebihi rindu apapun yang pernah kau sebut
 
namun percayalah akar-akar itu nantinya kan melapuk
menciutkan hati, meruntuhkan batang pengait mimpi
menceritakan kisahnya pun nanti ia takkan sudi lagi
menghambar tak berasa, walau dicelup dicangkir kenangan
 
ingatkan aku jika itu nanti terjadi
ingatkan aku untuk melintasi dimensi dan menata kembali
ditempat pertama kali kita bertemu
ditempat dimana kesedihan pasti mampu tertawa
dibawah kanopi, dipelataran simfoni, dikedai toko yang berkaca
 
 
 
 

aku akan tetap memanjat pohon ara yang tinggi itu, untuk mencarimu diantara kerumunan sajak-sajakku

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s