aroma hujan diudara

aku menciumi aroma hujan diudara

yang melingkari malam dengan pena berwarna putih

membentuk wilayah paling sendu yang pernah kutahu

dan sekali lagi aku masih terdiam

masih terpejam

masih tak perduli bahwa nanti akan hujan

aku seperti semut yang tersesat dari kawanan

yang melintas pada dinding yang sama berulang-ulang

aku seperti amplop tanpa alamat tujuan

yang seperti hilang

semua seharusnya sesederhana matamu

lentik, hitam, dan bercahaya

menjadi penunjuk jalan bagi domba-domba

cahaya yang menggenggam jemari lalu menuntunku pulang

menuju rumah kaca yang berpendar dalam kenangan

tanpa bantuan lampu

hanya penuh dengan riuhnya kunang-kunang

namun tidak untuk malam ini

tidak disaat hujan akan turun

tidak disaat aku masih tak mengerti

One comment on “aroma hujan diudara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s