lekuk-lekuk bambu

lekuk-lekuk bambu
dengan menggenggam sekotak cerita kusam berwarna biru aku terdiam
menikmati nyanyian dari dedaunan yang satu hasta jauhnya didepan
melodinya berayun menidurkan anak-anak kenangan yang mulai lelah bermain
aku tak menyadari angin mulai menyapa dan menyebutkan namamu
menampilkan bayang dirimu pada tembok gedung tua, didekat pohon damar
 
lekuk-lekuk bambu
aku masih membolak-balik kotak itu tanpa menyadari isinya terburai keudara
memamerkan butiran yang harum dan berputar di tengah taman berumput rindu
kini burung-burung senja mulai mematuki keteguhan yang berceceran dibawah matamu
namun aku tak memiliki kekuatan hati yang cukup untuk menyekanya saat ini
kakiku kaku hatiku membisu, seperti rubrik yang telah tersesat ditangan peragu
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

2 comments on “lekuk-lekuk bambu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s