ruang rindu 06

mari-mari-mari, sekarang kita memasuki kumpulan sajak bulanan ke 06. ini kumpulan sajak gw di bulan Mei, bulan penuh berkah-penuh rahmat-penuh kejutan, & terimakasih pada Tuhan untuk itu🙂

karena terlalu banyak sajak yang gw tulis di bulan Mei ini*gila sombong banget yak gw* jadi gw pisah jadi 2 bagian. jadi nanti sisanya masuk ke ruang rindu 07 *sebenernya sih irit tema & banyak2in post cuy*. batal-batal-batal🙂 awalnya emang mau jadiin sekuel neh bulan Mei, tapi karena minggu2 ini banyak liburnya, dr pada gw males nge’post lagi – maka sajak2 Mei gw jadiin satu di post ini. ruang rindu 07 buat bulan depan ajah dehhh…

well, inspirasi gw dibulan Mei ini jelas seusuai judulnya kan, masih tema rindu. tema paling gampang buatnya, karena semua pernah merasakan rindu, karena semua masih mengunci kenangan, masih ingin tersesat, masih ingin berlama-lama ditepian. yang pasti galau tetep mewarnai sajak2 picisan ini🙂

A: kamu anak jurusan pendidikan yah?
B: iyah, kok tau?
A: pantes kamu penipu, dana buat sekolah aja dikorupsi, nanti makan minta bayarin lagi
B: wekkksss….
 
A: kamu pasti anak tekhnik yah?
B: bener, kok km tau?
A: pantes nyebelin, kuliah aja males – apalagi minta ngejemput
B: *tepok jidat*
 
A: kamu pasti ambil jurusan akunting deh?
B: he’ehh bener, kok tau?
A: pantes plinplan, buat neraca keuangan aja gak balance2, apalagi milih tempat makan
B: W.T.F !!!
 
A: kamu pasti anak sastra kan?
B: wih bener loh, kok tau?
A: pantes tukang sepik doang, gak jadi2 tapi, kesian ya km
A: HHEEEEHHH….
 
A: kamu pasti anak hukum?
B: kok tau?
A: pantesan ngeles muluk, belum pernah kepergok yah? ati2 ketauan lohh
B: apa’an sih ini
 

uuupppsss, bukan2, bukan yang diatas itu ya semua😀 cuma intermezo ajah, biar ada cerita-cerita lain sebelum masuk ke sajak gw.  btw, gw post ini ada pertandingan Indonesia VS Palestina. maju terus persepakbolaan Indonesia, revolusi terus PSSI!!! ok’lah kalau begitu, mari menikmati sajak2 picisan sayah🙂

sementara lupakan temaramnya lampu kamarmu, sementara peluklah lelahmu, lalu nikmatilah tidurmu sekarang @sajak_cinta

31 May 2011

 

jika jarum jam itu adalah kenangan, maka saat keduanya berpelukan, akan terlahir kerinduan @sajak_cinta

28 May 2011

 

aku kayuh hari dengan semangat rindu, dijalan penuh kenangan menuju rumahmu @sajak_cinta

28 May 2011

 

buku-buku bergambar matamu kususun rapi, kuletakkan ditempat istimewa didekat lemari @sajak_cinta

26 May 2011

 

kenangan atas senyummu kian merapuh diranting imajiku, kiranya tak nyenyak tidurku malam ini @sajak_cinta

25 May 2011

 

aku dan kenangan kali ini telah berbaikan, kami berjanji tak kan mengingat sang rindu dikala siang @sajak_cinta

23 May 2011

 

aku mempelajari jejak yang kau tinggalkan di tepian matamu. sekarang kumengerti, tak sebersit memandang bayangku @sajak_cinta

22 May 2011

 

kenangan yang bersembunyi di matamu itu terlalu lugu, sepertinya ia tersesat dan tak ingin pulang @sajak_cinta

21 May 2011

 

aku sudah menambahkan lima tetes keberanian dan dua bongkah ketakpedulian, tapi rasa pahit dari rindu ini masih kental terasa @kotakatak

21 May 2011

 

kini tersisalah kipas pelepas panas, dari riundu-rinduku yang tak habis terpapas dari waktu yang ganas @kotakatak

21 May 2011

 

aku tak pantas memandang wajah ayumu, yang habis ditelan waktu dan bermandikan rindu @sajak_cinta

21 May 2011

 

akulah cahaya pagimu, yang mampu menghangatkanmu walau untuk sementara waktu @sajak_cinta

21 May 2011

 

Pergilah pulang Dan jaga dirimu, kata senja pada sang samudra @sajak_cinta

20 May 2011

 

Akulah pemandangan dibalik kaca mobilmu, Kau pasti melupakan aku ketika telah sampai tujuan @sajak_cinta

20 May 2011

 

Kenangan itu cakrawala yang tak pernah habis digapai, selalu saja menjauh ketika Ku merindu @sajak_cinta

20 May 2011

 

Dari jendela pesawat ini kulihat senja terbenam di keningmu yang basah, oleh bibir rinduku @sajak_cinta

20 May 2011

 

wanitaku, lengkap sudah impian kecilmu itu. menanggalkan lukamu dalam doa-doa panjangku @sajak_cinta

19 May 2011

 

bunga yang tenggelam dalam kegelapan itu kini bersinar, dan semerbaknya menjelajah lekuk-lekuk duniaku @sajak_cinta

19 May 2011

 

Ditepian sana Bintangmu semakin cemerlang, menyilaukan senja membutakan keraguan @sajak_cinta

19 May 2011

 

kau tahu, AC dikantor begitu dingin. tapi baju pemberian darimu menghangatkanku @sajak_cinta

19 May 2011

kau mengeras membatu, kaulah kristal karam dalam imajiku @sajak_cinta

17 May 2011

simpan saja payungnya, gunakan saja jaketku @sajak_cinta

17 May 2011

aku tak pernah beruntung dikala hujan, bukan aku pilihanmu untuk menemanimu pulang @sajak_cinta

17 May 2011

benamkan matamu dalam bibirku, kau kan mengerti mengapa begitu basahnya kerinduan mengukir jalan hidupku @sajak_cinta

17 May 2011

ada debu yang menguap karena hujan di teras rumahku, ada rindu yang terlelap dalam benak pikiranmu @sajak_cinta

17 May 2011

inspirasi untuk sajakku tak pernah kering, sebab kaulah sungai Nil yang membasahi tiap sudut imajiku @sajak_cinta

17 May, 2011

Aku iri kepada pagi, dia mampu membuatmu menyelimutimu dengan dinginnya @sajak_cinta

17 May 2011

makan malam ini begitu sunyi, meski ada lilin-lilin bintang dan lampu rembulan. tanpa kau diuujung meja, semua terasa kaku @Syair_malam

15 May 2011

Aku iri pada rembulan, dia mampu mengawasimu yang sedang berdiri ditepian jendela @sajak_cinta

15 May 2011

engkaulah senja, pengabur rindu penyesat asa @sajak_cinta

14 May 2011

tawamu cantik telah menyindir aku, sang sepi ditengah padang ilalang tak bertuan @sajak_cinta

13 May 2011

Istana rindu terlihat megah dan merana, Kau berdiri tepat diatas menara. Tersenyum serta merona @sajak_cinta

13 May 2011

biru bukanlah warna langit itu, biru ternyata warna telaga rindu dimatamu dinda @sajak_cinta

11 May 2011

tolol adalah ketika kau berdiri di tepi toko karena basahnya hujan, dan sang malam menguncimu tanpa harapan @sajak_cinta

10 May 2011

gila bukan kata tabu ketika aku mulai melihatmu diantara taburan bintang dan mendengar suaramu di riuhnya dedaunan @sajak_cinta

8 May 2011

surga itu laksana kau yang melfonku disenja hari, dimana seharian tak sekalipun aku teringat padamu @sajak_cinta

8 May 2011

lembaran kenangan menumpuk dimeja kerjaku, sampai larut malam pun tak jua terselesaikan. sesulit inikah melupakanmu… @sajak_cinta

8 May 2011

izinkan aku kali ini bermalam disenyummu, tertidur dilembutnya bibirmu @sajak_cinta

8 May 2011

yang biru itu langit angkasa, bukan kau cantik. tapi mengapa kau jauh lebih berpendar dibawah mentari? @sajak_cinta

7 May 2011

Hei hujan, tetaplah tinggal pagi ini. Aku belum puas membelainya, jadi biarkan Ku tetap tertidur @sajak_cinta

7 May 2011

Senyummu semakin menyeretku ke labirin-labirin kecil Dan tersesat, aku semakin gila @sajak_cinta

4 May 2011

hei kau yang berbaju biru dan berambut terurai, tahukah aku lelaki yang merindu dan tak mampu menggapai @sajak_cinta

3 May 2011

cepatlah terlelap, tak inginkah kau menemuiku segera? @sajak_cinta

3 May 2011

akulah sang hujan yang selalu berhenti ketika sang pelangi menampakkan keajaibannya @sajak_cinta

2 May 2011

Berbaring beralaskan kenangan itu serasa nyaman, namun tak jua Ku bisa memejamkan mata barang sedetik saja @sajak_cinta

1 May 2011

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s