kala lalu menjadi kini

untuk yang kesekian kalinya aku kembali, pada padang ilalang ditanah paling gembur nan subur. menilik lembaran waktu sunyi yang disembunyikan sang Kala yang bijak, yang memaksa semua mengikuti hukum karma yang tergurat pada putik-putik kecil diudara. seketika selusur hijau dari bumi menari bersama angin, merampungkan pesona Batara Brahma yang penuh digdaya. memberitahu aku bahwa hanya doa Ibuku adalah mantra paling manjur dari segala kegelisahan dan risaunya galau
 
congkak, aku menantang segalanya. segalanya yang ditelurkan rindu pada burung-burung senja dipelataran bangunan bersepuh emas
 
bukan main kepalsuan yang diabdikan oleh segala penjuru mata angin dari dingin-dingin kuasa semesta. “ketika revolusi harus bergulir, maka selalu ada darah yang harus dikorbankan” pepatah kawanku tadi malam
 
aku lihat dari kejauhan, kejauhan yang abadi dibalik dinding waktu berpatri biru pada hutan belantara berbau abu. dikau yang sedang bersemedi dengan kain lenan terlihat ayu, terlihat gembira tanpa salam perpisahan yang dulu pernah tertulis dimeja makan, sebagai menu utama untuk jejarak sendu dari mataku. bukan, bukan, bukan main rupanya…
 
yang dijabarkan bala memang benar, nyali itu pengecut dari yang paling kecut. pantasnya terbuang saja pada jurang hitam ditepian pesakitan yang sunyi tanpa batas cahaya bulan. sudah ditetapkan sudah, sudah terjadi sudah, sudah sudah sudah. mahkota yang dulu pernah kulihat dimata sendumu tak lagi ada, terganti dengan mentari yang lebih terang dari matahari
 
langkah ini mulai terlatih dalam gelap yang paling padat dari tanah-tanah tandus kurawa. aku yakin senja tak selalu memuja malam, ia juga perindu paling pilu ketika cakrawala mulai jingga diantara kaki-kaki langit Ibuku. dan sementara dunia berjalan tertatih, aku bersama jiwa-jiwa bebas menikmati hembusan Bayu dipegunungan sunyi nan suci milik tiga sarjana dari timur pembawa mur dan wewangian perunggu yang sederhana – sesederhana tawamu
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s