akan habis matahari

 

sebentar akan reda cahaya mentari

yang tadi menguning akan menjadi jingga

yang tadi lengang, perlahan merayap diam

kau boleh menampakkan diri lagi

dari balik bayang sore, dari punggung bulan

datanglah seperti tetangga muka rumah,

seperti debur laut yang menyapa pantai

karena masih berdiri senja, dengan lilin yang tetap menyala

dari balik gubuk kumuh pelantun serenada biru – yang tak bertuan

meski sesekali gerimis berulang kali mendekap, dan meramaikan malam

kau selalu boleh

selalulah datang

selalulah berulang

selalulah…

 

 

 

angka-angka pada kalender mentertawakan aku, dan sesekali mencemooh musim – yang terpenjara pada keabadian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s