mengapa pergi?

jika jemari kedamaian telah sanggup singgah dalam hatiku, lalu mengapa kau pergi?
seandainya musim masih ingin bertahan, adakah kau tetap tinggal?
tetap disini, tertahan seperti gelombang air ditengah kolam
seperti burung perenjak yang bersemayam, dalam rimbunan daun perdu
 
mengapa buih-buih lautan memaksa menjauh dari pantaiku?
meninggalkan pasir yang memeluk rapuhnya rindu – yang sementara
 
lalu bagaimana dengan aku, sesuatu yang kau sebut senja
senja yang kau raut sendiri lewat sajak dan sebuah kecupan?
 
setidaknya tinggal lah sebentar, sewindu barangkali?
sampai puas lidah-lidah waktuku mencicipi semua rasa
dari tiap cerita kita…
 
 
 
 
 
 
Mi mancherai, mi mancherai
Perché vai via?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s