panggilan lewat gemirisik sakura

malam, tenangkan gemuruh dadaku ini pada keabadian yang absurd
yang terlanjur tertanam pada bilik-bilik memar paling diam – paling sunyi
pada keramahanmu, aku mempelajari kegelisahan yang membelai ingatan
seperti kepik-kepik biru, terbang rendah pada kelopak mata Dewi Uma – elok
 
malam, kuatkan aku, berikan aku penglihatan lewat bintang-bintangmu
bantu aku mendengar lewat gemuruh angin lautmu – bantu aku membacanya
 
ribuan jejak kedatanganmu hanya ilusi, yang kini terhapus oleh titik gerimis
mengabur pada langit-langit temaram, pada lembutnya ingatan kelam – dingin
“rindu, jamahlah aku, tahirkan aku sebisamu, seperti redup cahaya purnama
seperti riak kecil ditengah telaga, yang tenang – menghanyutkan”
 
dikau sang pemamah keberanian, yang hidup diantara ironi dan keseriusan
diantara langit dan bumi – basuh aku lewat garis sutra keemasan selendang waktumu
dimana hanya ada aku,
kamu,
dan mereka…
 
 
 
 
#NowPlaying Legion – Owner of the Heart
-derita paling tiada, adalah ketika keluasan samudramu tak mampu menampung badai mauku-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s