kekuatan yang selalu ada

malam kiranya semakin menua, dan daun lara mulai gugur satu-satu
ngengat-ngengat hitam mulai berkaca pada cahaya lampu
sedangkan kau masih berdiri, letih tersirah lewat senyummu
“gerimis telah lalu, namun mengapa awan masih berwarna abu?”
 
gaunmu menyentuh rerumputan, bercakap-cakap pada Bumi
ceritakan saja segalanya pada angin, lewat embun barangkali
 
”sesal dan perih sudah diatur, pada gelungan rambut takdir”
semoga masih tersisa waktu, semoga selalu tersisa waktu
lenganmu berpagutan dimuka dada, tatapmu menengadah
“Tuhan, mudahkanlan. Apapun tujuannya, mudahkanlah…”
 
matamu kini nyalang, seberani api, sejernih permata
Sekepak tadi kulihat sedih terbang dari benakmu
aku tahu, kau lebih kuat dari ini
lebih tangguh dari fajar
lebih anggun dari senja
percayalah…
 
 
 
#NowPlaying The Smiths ~Please, Please, Please  Let Me Get What I Want

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s