hujan yang terlupakan oleh pelukan

aku tahu, hari ini akan tiba. hari dimana langit mencurahkan gula-gulanya kebumi, hari dimana embun bertebangan ditaman, hari dimanana akan tumbuh sayap – dihatimu, yang akan berkunjung kehatiku

langit seakan tersenyum, ia seolah memaku waktu yang liar, yang mulai mengais kenangan – pada tumpukan dedaunan

 

“percayalah sampai senja akhir dunia, debarmu akan selalu berpendar dalam dadaku”

 

dalam guguran musim, dalam kehangatan pelukan, aku berdoa lewat erat lenganmu. seandainya kau tahu, kesedihanku luluh dalam jemarimu, tangis ini telah disapu bahumu

jangan berhenti disini, aku masih ingin menikmatinya sedikit lebih lama. seputaran semesta jikalau bisa. aku yang sekarang telah kembali merona, lihatlah, terima aku – karena kaulah yang menyirami, dan telah merawat harapan dihatiku

 

lewat pelukan kau menitikkan hujan, yang menjaga waktu, yang merawat hatiku – kelak

 
 
 
 
 
 
 
 
 
NB: sajak untuk seorang kawan

2 comments on “hujan yang terlupakan oleh pelukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s