yang tak pernah lelah

Ma, masih sakit pinggangnya?
biar aku pijat pinggangnya selepas madi nanti
sekarang mama tiduran saja dulu
 
ma, dulu aku selalu minta gendong kah?
rupanya lelahnya masih terasa sampai sekarang
maaf ma, kalo aku kecil selalu merepotkan
 
ma, aku ingin dengar mama berlatih lagu-lagu gereja
aku mau ganggu mama bernyanyi
lalu mama akan ikut tertawa kecil denganku
 
ma, nanti mau mewarnai rambut?
nanti biar aku yang mengoleskan cairan penghitamnya
maaf ya ma, terlalu banyak memikirkanku hingga begini putih
 
ma, mama semalam tidur terlalu larut sepertinya?
kenapa garis lelah menggantung dibawah mata mama?
katakan padaku ma, jangan menyimpannya sendiri
 
mama jangan susah begitu, mama tenang saja
 
ma, sekarang aku sedang merindu
tolong ingatkan aku, masih ada wanita yang sama denganmu
yang juga memikirku, yang juga menginginkanku – sekarang
 
sedari lugu sehingga sekarang, aku selalu tahu
ada namaku dilarik tenun doamu
ada langkahku ditiap garis dahimu
ada cerita nakalku dilembaran putih rambutmu
terimakasih ma, untuk tak pernah lelah…
 
 
 
 
 
 

Tete Manise jaga mama eee…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s