semangkuk cerita sore

sesekali aku mendengar suaramu, yang lebih jernih dari biasanya. kala itu, air masih melekat diujung kemuning, angin masih menyisakan dingin karena hujan,  dan kau merubah rumitnya jarak menjadi begitu sederhana. kau tahu, kata rindu seperti sembunyi dalam ramah bibirmu, yang kini tercampur lewat bulatan-bulatan hangatnya ronde, dan gelitik manis kacang tanah. “mau aku pesankan semangkuk?” ajakku
 
hari ini, senja seperti surga kecil yang pernah diceritakan Ibu.”suatu saat nanti, kau akan dipertemukan oleh sebuah jawaban dari doaku”. karena bayang lembutmu terus bersamaku, kursi dan meja kini cemburu padamu. cemburu pada benang waktu yang menyatukan kita. “baiklah, nanti aku hubungi kau lagi”. benar, seharusnya aku bisa tersenyum lebih lebar sekarang
 
memahamimu begitu mudahnya, sedang kau ada diseberang sana – entah
 
 
 
 
 
 
kata seorang kawan: senja yg mendung, aroma tanah basah sisa hujan barusan, semangkok ronde dan seseorang di ujung sana…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s