penyamun didalammu

aku melihat jauh kedalam matamu, dimana api yang berdiam disana tak lagi setegar dulu. lalu perlahan kau berkata kepadaku, bahwa pilihan telah ditetapkan, telah dimutlakkan. kau berisi keras melawan matahari, matahari yang sejak dulu menuntunmu berjalan. katakan padaku, alasan apa yang menyakinkanmu?
 
jangan katakan hanya karena kebaikan, keinginan, dan keterikatan, lalu semua kau tinggalkan. adakalanya  rembulan hanya terlihat separuh, pastikan hatimu paham seutuhnya.
 
kita sering dibutakan oleh keinginan, yang sepertinya sudah ditakdirkan untuk dimiliki. sepertinya sudah suratan yang tertulis diatas lembaran nasib, suci tak boleh tersentuh. pahamilah, langitpun terkadang tak berawan, dan disana tak selalu berwarna biru. berjalanlah perlahan, dan bersimpuhlah, tanyakan pada maha semesta jalan keluar dari teka teki ini.
 
jadi bersabarlah, nantinya akan ada rangkaian musim yang menterjemahkan rindu didadamu – dengan bahasa yang hanya dipahami oleh waktu.
aku tak menghalangimu
namun, apa kau sendiri mengenal dirimu?
 
 
 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s