berziarah dibahumu

pada hamparan salju dibahumu
aku coba menghitung bintang,
 yang gugur dari gelungan hitam,
diantara malam dan burai rambutmu
 
dibahumu itu aku sempat tersedak
oleh waktu yang melekat ditenggorokan,
dirongga-rongga mulut, dikebisuan pagi,
Batara surya lelehkan saja jiwaku disana
pada hamparan itu juga dada ini tak berdetak
pencuri telah mengenalkannya pada nestapa,
yang disampaikan lewat kecup-kecup tiri
bianglala kepada awan yang ingin pulang
sepertinya senja bermukim dibahumu
ia selalu saja memberi harapan baru,
lewat lengkung senyum putih sayapmu
 
 
 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s