aku mau pesan mie jawa saja

 

spaghetti puttanesca alle cozze pesananmu sepertinya masih lama

sambil menunggu, aku memandang perahu-perahu kecil dari teras

yang melayang, memanjakan punggungnya di Porta Venezia

 

sang kemudi begitu riuh berbincang pada kanal-kanal

yang ramah dan membimbingmu keujung yang kekal

“tolong bawa kami melewati tiap jembatan harapan itu”

sekarang baru pukul tujuh malam dan sepertinya gerimis

masih betah berlama-lama singgah di Champs-Élysées

ramai bioskop dan cafe telah menghangatkan suasana

“habiskan dulu cognac itu, baru kita nikmati jalanan ini”

 

ada cara yang lebih baik menikmati malam ini,

yaitu dengan menikmatinya bersamamu

 

kali ini kau bilang akan mentraktirku lagi,

sepiring mie, seteguk teh, dibawah tenda yang sejuk

sudah jauh kita mengelana malam ini,

aku pikir jalan terindah didunia sekarang

tak jauh dari rumahku, sepanjang gedongkuning

lampu-lampu bercengkrama dengan setiap pengunjung yang datang

namun sesaat mereka terdiam, ketika matamu bercerita padaku

lewat kata sederhana yang disampaikan hujan

kepada daun yang basah oleh kenangan

jadi ijinkan aku sekedar menginap dalam ingatanmu

malam ini…

 

 

 

 

 

NB: cerita seorang kawan, sesaat mie jawa dipiringnya habis semalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s