layang-layang, katakan padanya

barangkali aku hanya seperti layang-layang
yang hanya bisa terbang jika kau sudi meniupkan asamu
aku terombang-ambing dalam desir-desir mimpi
“tengadahkan aku dengan tali yang kau genggam”
 
diatas rumah, diatas pepohonan, diatas genting
namun kenapa kau masih terlihat dekat?
 
kerlip ayu itu menggetarkan relung hatiku
bidukkan saja aku sesuka hatimu kasih
yang kuharap angin ini tetap mengiringku berpetualang
dalam doa-doa dari temali yang mengikatku kuat
semenjak aku katakan
Eu Te Amo
jalan ini masih panjang, kataku

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s