ada debar dipersinggahan waktu


sepertinya debarmu gemar bersembunyi dalam kenangan,
tadi saat hujan berhenti bermain ditengah riuh malam, aku rasa gelitik
- waktu tiba-tiba seperti angkot reot yang dikemudikan pemuda pelupa dan juga pemarah
ia lalu berhenti tepat didepan pintu rumahmu
yang coklat tua kehitaman,
bercorak kotak-kotak simetris,
dan bergagang lebar

berhenti begitu saja

apa aku harus masuk?

atau kau sudi membukakannya untukku?

sebentar

 

 

*tok…tok…tok…*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s