biar aku yang memilih siapa dia

dan dengar baik-baik kesatria, aku mungkin tertidur dalam kotak kaca,  berada ditengah belantara bintang, serta disembunyikan malam. tapi seperti halnya bunga, aku selalu sanggup mengenali lebah – bahkan ketika cahaya bulan tak singgah ditamanku

kau yang sesekali melirik peraduanku, kau pun juga sesekali sempat menyentuhnya. lenganmu yang tegas menyiratkan kekuatan, namun mengapa kau tak mampu menyebut namaku? sekali saja

beranikah kau membangunkanku? dan membawaku pergi?

kelak seorang penunggang kuda akan menghampiriku. kepadanya yang mampu membaca cemas dan lelahku, aku titipkan rindu dari serbuan kepak merpati yang sempat memelihara sepi, dan mendiami sunyi. ia nantinya menguatkan aku dari ribuan pagi, dan ratusan senja yang sempat melupakan aku. ia akan  membangunkan tidurku dengan kecup yang sempat kutitipkan padanya – kelak

“bangunlah, akulah pilihanmu” katanya lusa lalu
 
 
 
 
 

NB: wanita BERHAK untuk memilih, tegasnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s