ingatlah ketika semua terasa tak ramah

ketika melihat sendu dari matamu
senja rasanya perlahan semakin dekat
sementara itu diam menemani kita berdua
lalu separuh kesadaranku gugur dikakimu
 
tahukah kamu aku sangat rindu?
sesal terasa pahit diantara lembut tatapmu
rasanya tak ada gunanya aku diam disini
aku tak sempurna tanpa tawamu
 
jangan diam
jangan terserah
 
ada satu yang perlu kuberitahu
tak pernah aku ingin melukaimu
membuatmu bersedih bukan pilihan
“aku membutuhkanmu”
teringat lagi keputusanku
untuk menyandarkan keyakinanku
didalam dadamu yang ramah
waktu itu hujan sepertinya ikut bernyanyi
selama separuh malam menemani kita
lalu kau berkata “aku adalah apapun keputusanmu”
 
didalam balairung, kita duduk dikursi plastik berwarna putih
“aku ingin semua berawal dan berakhir disini”
 
 
 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s