dalam metafora yang tak jelas

semalam aku seperti dijamah waktu
lengannya yang dingin memanggilku
aku jawab “ya ini aku riak kecil dalam kolammu”
tapi tak kutemui satupun didepan pintu
hanya sejuk anyelir sisa dekapmu kemarin dulu
 
harummu yang terbawa angin singgah dirumahku
menjelma menjadi meja dan kursi memenuhi ruangan
dimana semuanya tertata rapi diatas lantai biru
yang bercumbu diantara suka cita dan kenangan
 
aku tahu didalam rona merah pipimu
ada sesak yang menunggu tuk merebak
seumpama hujan ditengah rerumputan
semakin lekat rasanya rindu dipelukmu
sebenarnya goresannya tak terlalu dalam
namun tiap mata ini terpejam
kunang-kunang terkadang datang
lalu berpendar menyinari jalan
yang aku kenali pasti tertuju padamu

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s