sajak untuk sang hujan

dan hujan kembali datang
seperti lusa lalu
seperti waktu dirumahmu
 
disini aku dengar gemuruh
lebih keras dari debur dadamu,
lalu kurasa deras dan mendung
yang lebih basah dari bibirmu
yang lebih gelap dari bola matamu
 
pepohonan, pelataran, dan jalanan
semuanya tak bisa sembunyi dari hujan
begitu juga aku
hanya dipelukmu aku bisa merasa nyaman
 
boleh aku katakan hujan kali ini lebih lama
dari ketika ia singgah beberapa hari lalu.
sekarang lantai ubinku mulai tenggelam
satu-satu sendal dan sepatu mulai mengambang
aku katakan kepadamu
bolehlah masalah selalu datang,
tapi jangan pernah kau lepaskan pelukanmu
dari tempat aku biasa merasakanmu
biar jauh kita berjalan
hujan akan selalu menjadi kawan
 
diantara kau dan aku,
dialah yang paling basah
lebih dari kecupan
 
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s