temaram sebelum senja

sayangku, matahari terlihat separuh malu-malu
mengintip dibalik awan, menyembunyikan kegelisahan
 
kau tahu, dimasa-masa ini aku membayangkan musim yang cepat berlalu
meninggalkan anak-anak kenangan menangis dipepohonan
menyisakan cerita yang kian banyak berserakan ditaman
 
sayangku, angin mengingatkan aku akan makan malam
ditengah peraduan bintang
dengan menu sederhana
yang biasa kau dan aku pesan 
yang biasa kau dan aku rindukan
 
sayangku, hujan baru saja bermain dihalaman
menyisakan genangan dan sedikit curah kenangan
kau tahu, jalanan basah itu tak ingin kuhindari
bagaimanapun juga basahnya telah mendewasakan aku
sayang, sepertinya matahari belumlah tegar
sekarangpun aku hanya merasakan temaram
namun dari redupnya
aku coba tuliskan ini
hanya untukmu…
 
 
 
 
 
 
 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s