tiga sepatu dan dua kehidupan

baru saja aku kehilangan tiga sepatu, dan dua lainnya milik ayahku. ketika fajar belum terbangun sipencuri lebih dulu rajin, dan menjarah sepatu-sepatu itu. Tuhan yang maha baik memberikan rejeki kepadanya dengan cara-cara yang luar biasa. semakin dipikirkan, semakin aku bersyukur sudah memberi perpanjangan rejeki kepada orang lain.

bukan masalah seberapa mahal dan seberapa banyak aku kehilangan, tapi lebih keseberapa dalam kenangan yang begitu melekat di ketiga sepatu itu. rasanya begitu bangga menggunakan sesuatu yang dipenuhi cerita dimasa lalu. jadi bisa dibilang aku ini terlalu sentimentil.

tapi ya sudahlah. sudah menjadi jalan masing-masing kehidupan untuk saling memberi hidup. Si Tou Timou Tumou Tou, Orang hidup untuk menghidupkan orang lain. begitulah seharusnya esensi sebuah kehidupan dari pepatah Sam Ratulangi.

aku ada karena dia, dan aku ada untukmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s