langit yang sama, namun berbeda senja

 

masihkah setia kau memandang langit
lalu memandang senja,
berharap hujan turun
sekali lagi
 
coba pejamkan inginmu,
dalam genangan
rindu yang terlupakan,
sekali lagi
 
kala itu waktu benar-benar tak bersahabat,
lima menit kupikir cukup untuk menutup
dua jam menunggu dalam kerumunan,
coba kau ingat kembali
kini sudah lebih dari hitungan jam
melebihi dari yang pernah kita pikirkan,
sudahlah,
genggam dia yang telah memandang punggungmu
dari lima menit yang lalu
dari bait pertama
sajak ini diciptakan…
 
berjalanlah
 
 
 
 
 
 
 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s