aku sudah sampai, kau disebelah mana?

bukan maksudku untuk manja
tapi sajak ini kubuat agar kau tahu
bahwa sementara stasiun ini begitu ramai
hatiku tetaplah sepi
sebelum jemarimu rebah pada genggamanku
kupikir kau belumlah berani
menanam paling tidak setitik
benih rindu dipelataran taman
yang baru saja ditinggalkan hujan
kemarin lalu

sebenarnya kemana saja kau?
mengapa aku membutuhkan setidaknya
lebih dari empat musim
demi kunjunganmu dari kota sebelah
dimana nama sungainya sudah terkenal
sebelum aku dilahirkan
ingat, ajak aku kepasar klewer

buatku ini tidak terjadi begitu saja
disaat aku butuh kekuatan
kau rasanya begitu dekat
bagai kumbang yang entah bagaimana
mampu mengenali bunganya

kasih
aku masih duduk disini
menunggumu
dibalapan
jemput aku


celana jeansku sudah terlihat lusuh
namun telah menemani separuh waktu
perjalananku kekotamu,
entah mengapa senja begitu jingga
pada sepotong waktu
yang dibelah cakrawala
yang nantinya kita nikmati
berdua
disini

 

 

 

NB: kudengar walikotanya juga hebat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s