jangan salahkan pertemuan

kau sepertinya memang ingin pergi
sejak tadi hanya diam seperti ara
musim belum memudar kau sudah berganti
dimana janji itu
dimana kata-kata itu

sementara malam sibuk mengemas duka
kau memaksa ingin segera berakhir
menyingkirkan yang telah terjadi
meninggalkan yang telah dimulai

sesuatu yang awalnya kita banggakan
sekarang hanya menjadi tak berperi
haruskah air mata ini?
haruskah kurelakan?

yang terlanjur tumpah diatas tanah
yang terlanjur subur didalam darah
dimana kau dan aku
dahulu pernah berdiri
kini mengabu dalam debu

sekali lagi aku ucapkan maaf
untuk tiap senja yang tertinggal
dalam jejak-jejak nestapa
diatas pasir yang basah
ditepian pantaimu
diujung sedihmu

lupakan pernah ada senja
untuk kita
untuk kemudian
untuk tiada

One comment on “jangan salahkan pertemuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s