kau dalam tidur

setidaknya lima belas menit
sesaat kita memasuki kotamu
letih menuntunmu tuk bermimpi
lalu menikmati aroma lily

memori yang samar ditepi senja
mengingatkan kisah lugu ayumu

sambil menghitung sisa-sisa waktu
debar dadaku seperti menyapu tidurmu
menikmati musim yang tercecer
dari ramah senja disudut pipimu

tetaplah terpenjam dan diam
setidaknya puaskan hatiku dalam kenangan

bayang awan berkerumun dari lengan
lalu berarak turun kepangkuanmu
membawa embun kesejukan dari lutut
dan menikmati hujan diatas kakimu

aku rela selamanya begini
berdiam dalam kekaguman

alam takkan seindah ini
tak secantik kau
tak sebanding kau

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s