untuk kesekian kalinya

ketika dedaunan senja jatuh kesekian kalinya
mataku masih terpejam
masih mengandalkan hatimu untuk mengenalinya
adakah pedih membawanya ketanah-tanahku?

kau tahu
sudah kugenggam ribuan kali
namun cahaya jingga itu menolak untuk pulang,
untuk kembali mewarnai rona-rona pipimu
untuk kembali menerangi hitam matamu

aku tahu
aku pasti merindukan kala cakrawala membiru
dimana kau dan aku berjalan-jalan diatasnya
menari bersama mega-mega katulistiwa
lalu menuliskan namamu dan namaku –

aku tahu

untuk kesian kalinya aku katakan
dibawah sini kehangatanmu membawaku pulang
ketempat dimana kau dan aku tertawa
ketempat dimana bibirmu adalah surgaku

dan tersenyumlah
malam menantimu tuk beristirahat
telah disiapkannya pelaminan tidurmu
lalu dunia menjagamu dari getir-getir dusta
didalam kesunyian yang sementara …

 

 

 

 

One comment on “untuk kesekian kalinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s