menetukan lalu memilih untukmu

daun gugur ini tak sebanyak bintang
yang luruh bersama tangismu
bersama rantingnya yang rapuh

ditanganku rebah satu diantaranya
kuning kehijau-hijauan tua
lusuh, kering dan ditinggalkan

sekarang jejakmu tak lagi ada
tertimbun cerita usang
aku menduga tubuhmu sudah terbawa angin barat
ketempat dimana nelayanpun tak sudi datang

barangkali aku memang ingin begini
menikmati aroma duka dan kenangan
atau semestinya pergi dan melupakan

karena kita semestinya paham
bahwa setelah kita memilih ini
seharusnya duka tidak lagi berlabuh
didermaga dengan namamu
sebagai akhirnya

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s