Ruang Rindu 10

selamat malam perindu sajak #tsahhh apa kabarnyo lama tak bersuo. terakhir bulan agustus kemarin gw up date ini. well, gw berharap kalian selalu berbahagia dengan cara masing2 yahh.

ok-ok, berlanjut aja cerita sajak gw yang di mention & di RT sama akun sajak luar biasa ‏@tulisancinta @Syair_malam  @puisikita @_KataCinta terimakasih banyak sudah bersedia membaca lalu berbagi dengan para followers’nya

 

sama seperti sebelumnya, sajak-sajak pendek gw ini gw kumpulin di favorit akun twitter gw @rikky182 yang udah di “akui” moderator akun sajak-sajak diatas. jadi bisa dibilang udah diakui & dijamin keren #TekDungDungJess

untuk kali ini berlanjut dari ruang rindu 09 s/d akhir bulan januari 2012, dan untuk lainnya nanti gw up date lagi. so, selamat menikmati🙂

 

 

 

 

Kata Cinta@_KataCinta_ 

31 Jan

Aku hanya mendengar suara katak, hanya mampu melihat sedikit cahaya. Di mana aku, ini bukan relung hatimu, kasih? ~ @rikky182

 

31 Jan #tulisancinta@tulisancinta

Aku hanya mendengar suara katak, hanya mampu melihat sedikit cahaya. Di mana aku, ini bukan relung hatimu, kasih? — @rikky182

26 Jan#tulisancinta@tulisancinta

Awan, aku bosan menghitung lekukmu. Memutih lalu menghitam, lantas kau sendiri lelah dan memelukku dengan hujan. — @rikky182

 

24 Jan #tulisancinta@tulisancinta

Jemarimu begitu lekat di kulitku, serupa air pasang di lautan, aku tenggelam dalam senyuman. — @rikky182

 

20 Jan Puisi Kita@puisikita

#temapuisi RT @rikky182: sesekali aku dengar suaramu, dari lorong kecil itu, di tempat dimana aku pernah terTIDUR – terbujur

 

18 Jan #tulisancinta@tulisancinta

Kata @rikky182: Di bahu kiriku, kurasakan basah bibirmu lekat begitu lama, sehingga senja mulai berlama-lama berdiri di perbatasan malam.

 

18 Jan #tulisancinta@tulisancinta

Kata @rikky182: Hujan genangi malam dengan kenanangan, aku coba pindahkan beberapa yang berharga ke lantai dua.

 

13 Jan #tulisancinta@tulisancinta

Kata @rikky182: Sesekali kudengar suaramu, dari lorong kecil itu, di tempat dimana aku pernah tertidur – terbujur kaku.

 

13 Jan #tulisancinta@tulisancinta

Kata @rikky182: Hujan serupa alunan detakku, pada debar dadamu.

 

12 Jan #tulisancinta@tulisancinta

Kata @rikky182: Kau mengajari cara mengumpulkan hujan dalam nampan, kau menguatkan aku bahwa perjuangan ini lebih dari sekedar pelukan.

 

7 Jan #tulisancinta@tulisancinta

Kata @rikky182: Hari dan hujan semakin akrab akhir-akhir ini, sedang aku dan rindu sepertinya mulai saling melupakan.

 

6 Jan #tulisancinta@tulisancinta

Kata @rikky182: Hujan mungkin meredakan amarahku, tapi senyumanmu meredam rinduku yang kekal.

 

4 Jan #tulisancinta@tulisancinta

Kata @rikky182: Kacang gula jawa, coklat abu-abu. Aku ingin Kau tertawa, tersenyum, dan tak pernah ragu.

 

3 Jan #tulisancinta@tulisancinta

Kata @rikky182: Tik tik tik, bunyi rindu diatas genting. Dalam irama dan dering, hujan menawarkan hatiku yang kering.

 

2 Jan #tulisancinta@tulisancinta

Kata @rikky182: Dan genangan hujan itu berkaca-kaca memantulkan wajahmu. Menampakkan sisi hatiku, yang jelas milikmu.

 

2 Jan #tulisancinta@tulisancinta

Kata @rikky182: Aku tahu, pagi berselimut mendung. Namun aku lebih paham matamu, rindu itu ada di dalam lubuk hatimu – sedang terlelap.

 

1 Jan #tulisancinta@tulisancinta

Kata @rikky182: Kamu marah pada waktu, yang sedari tadi hanya diam. Maafkan mentari yang kadang tak mau mengerti tentang hujan.

 

31 Dec #tulisancinta@tulisancinta

Kata @rikky182: Aku mendung, dan engkau hujannya, yang membasahi rindu, menyuburkan kenangan; merapatkan pelukan.

 

29 Dec #tulisancinta@tulisancinta

Pagi tak sepenuhnya menginginkan siang, dan aku tak sepenuhnya ingin kehilanganmu, lagi. — @rikky182

 

25 Dec #tulisancinta@tulisancinta

Terlelap di ilalang, tertimbun dedaunan. Begitulah rinduku padamu, masih terdiam — jangan kau bangunkan. — @rikky182

 

23 Dec Pujangga Malam@Syair_malam

@rikky182: tertidur pada ilalang, lalu tertimbun dedaunan. begitulah rinduku padamu, masih terdiam – jangan kau bangunkan

 

23 Dec #tulisancinta@tulisancinta

Kepada rindu yang kutanam dahulu, aku berdoa: kelak tumbuh sayap-sayap yang menerbangkannya kehatiku. — @rikky182

 

22 Dec #tulisancinta@tulisancinta

Sejak mataku mengenal cahaya, sejak itu juga aku mengenal kasihmu, Ibu. — @rikky182 #TerimakasihIBU

 

20 Dec #tulisancinta@tulisancinta

Samar tanda yang kau tawarkan cantik, membuat rajut rayuku menjadi sebuah kecupan. — @rikky182

 

20 Dec #tulisancinta@tulisancinta

Jangan marah, terkadang mentari tak selalu terang, kadang embun tak selalu basah – maka bersabarlah. — @rikky182

 

18 Dec #tulisancinta@tulisancinta

Tak lebih dari ucapan selamat pagi, dan kecup di keningmu, aku paham, kau harus diperjuangkan. — @rikky182

 

15 Dec #tulisancinta@tulisancinta

Kamis ini seperti sabtu lalu, dimana langit masih mengizinkanku memelukmu, setelah kau menangis karenanya. — @rikky182

 

15 Dec #tulisancinta@tulisancinta

Peluk aku lagi seperti kemarin, seperti saat hujan singgah waktu lalu, ketika kau masih selalu mengingatku. — @rikky182

 

17 Oct 01 #tulisancinta@tulisancinta

Dimulai dari satu kata, lalu kini tak berkata. Ingat, aku menyentuh bibirmu tanpa bicara. — @rikky182

 

12 Dec #tulisancinta@tulisancinta

Biarkan aku mengeras di depan pintumu, biar kau tahu, menunggumu hal biasa, serupa waktu yang lupa menulis. — @rikky182

 

11 Dec #tulisancinta@tulisancinta

waktu seumpama ulat bulu, habis sudah ketiadaanku dalam rimbun dedaunan yang semakin menguning ditelan senja. — @rikky182

 

9 Dec Pujangga Malam@Syair_malam

@rikky182: tentang malam yang pernah kau ajak menangis bersama,kupikir sudah lalu, maka sekarang lebih baik tertawalah bersamaku – selalu

 

9 Dec #tulisancinta@tulisancinta

Seperti dikatakan senja pada pepohonan di pesisir, dia harus meninggalkan kenangan, untuk seputaran bumi lamanya. — @rikky182

 

8 Dec #tulisancinta@tulisancinta

Aku belajar, satu tambah satu dua. Ternyata, satu tambah satu adalah tiga, kau bersamaku tapi memilih dia. — @rikky182

 

7 Dec #tulisancinta@tulisancinta

Aku telah menghitung dari satu sampai tiga puluh, mengapa wajahmu tak juga lesap, dalam ingatanku. — @rikky182

 

7 Dec #tulisancinta@tulisancinta

#DalamGerimis aku tak mampu berlari lagi, ketika kau bilang: “Peluk aku sekarang.” — @rikky182

 

7 Dec #tulisancinta@tulisancinta

#DalamGerimis dadaku luruh, seiring perbincangan jemariku dan jemarimu, disaksikan payung biru. — @rikky182

 

6 Dec#tulisancinta@tulisancinta

Alih-alih menjadi senja, lentik matamu luruh. Merubah debur biru di dadaku, menjadi jingga seperti dadamu. — @rikky182

 

5 Dec #tulisancinta@tulisancinta

Hentikan waktu? Lipatlah jarak menjadi tiga bagian, sisakan satu untuk kulipat dengan bantuan seribu rindu. — @rikky182

 

1 DecPuisi Kita@puisikita

#temapuisi | @rikky182: segelas teh, dan secarik KERTAS. aku harap kau mau menari di atasnya, meninggalkan jejak dalam sajak.

 

25 NovPujangga Malam@Syair_malam

@rikky182: bulan, sembunyikan aku dalam bayangmu. aku malu bertemu bidadari dengan anting-anting bintang ditelinganya

 

17 NovPujangga Malam@Syair_malam

@rikky182: debur dadaku mengembara di dalam belantara malam. mencari secuil, debarmu.

 

11 Nov Pujangga Malam@Syair_malam

@rikky182: rindu hanyalah lonceng kecil, yang berdenting lewat degubmu, lalu singgah dihatiku

 

8 Nov Pujangga Malam@Syair_malam

@rikky182:Sembunyikan aku di bawah hujan, tempat bibirmu terbiasa resah menelan rindu

 

6 Nov Pujangga Malam@Syair_malam

@rikky182: semusim tadi aku paham, hujan tak’kan sebasah ini, jika bibirmu tak melekat lama dibibirku

 

2 Nov Pujangga Malam@Syair_malam

@rikky182: jarak, ke mana aku memulai menulis perihal ingatan? kau begitu jauh, sedang malam begitu dekat menemaniku.

 

29 Oct #TerimakasihIBU@TerimakasihIBU

Istirahatlah sejenak Ibu, matamu terlalu sembab untuk menampung terlalu banyak masalah. biar aku saja — @rikky182

 

24 Oct Puisi Kita@puisikita

RT @rikky182: Aku akan memikirkanmu seumur hidupku, dan sisanya, biar Tuhan yang merawat kenangan tentangmu.

 

23 Oct Pujangga Malam@Syair_malam

@rikky182: Salah satu Cara untuk menaklukkan malam adalah dengan mendoakanmu, sebelum aku terpejam.

 

16 Oct 11 Pujangga Malam@Syair_malam

@rikky182 Anggaplah kita memang memandang bulan yang sama. Namun apakah kita berdetak seirama?

 

14 Oct 11 Pujangga Malam@Syair_malam

@rikky182: Surutkan layarmu dan berlabuhlah sejenak. Pada patai sehangat dadaku

 

9 Oct 11Pujangga Malam@Syair_malam

@rikky182: Aku cemburu pada waktu dan rindu yang saling berpagut; melupakan aku.

 

9 Oct 11 Puisi Kita@puisikita

RT @rikky182: aku cemburu pada waktu dan rindu yang saling berpagut, saling lupakan aku.

 

7 Oct 11 Pujangga Malam@Syair_malam

@rikky182: senja menjadi redup, dan bunga sakura jatuh satu-satu. tersisa aku, menunggu di taman hatimu

 

6 Oct 11 Pujangga Malam@Syair_malam

@rikky182: aku selalu menyukai berjalan dibawah hujan, rintiknya mampu menghapus kenangan perlahan-lahan

 

6 Oct 11 Coretan Kecil@Coretan_Kecil

Aku selalu menyukai berjalan dibawah hujan, rintiknya mampu menghapus kenangan perlahan-lahan. –@rikky182

 

1 Oct 11 sajak puisi cyber@puisicyber

“Aku bisa melihat dari matamu, sepucuk surat usang berisi ribuan kata rindu.” ~ @rikky182

 

30 Sep 11 Pujangga Malam@Syair_malam

@rikky182: malam ini bagai tak pernah ada. hanya desir angin yang menggoda rembulan, untuk lelaki pendiam pemabuk rindu paling berat

 

30 Sep 11Puisi Kita@puisikita

RT @rikky182: sepasang ulat sutera memamah sunyi sedikit-demi sedikit, menelanjangi pohon kehidupan demi sebuah kejujuran dan air mata

 

29 Sep 11 Puisi Kita@puisikita

RT @rikky182: Yang dikenalkan senja itu kamu, sebuah reinkarnasi guguran pohon akasia yang melindungiku dari peluk kesunyian

 

29 Sep 11 Puisi Kita@puisikita

RT @rikky182: lewat mimpi, aku jamah sepi yang lebih sunyi dari sendiri

 

25 Sep 11 Pujangga Malam@Syair_malam

@rikky182 Pada kalender di meja waktu, aku menatap rindu yang bermukim dirumahmu

 

20 Sep 11 Pujangga Malam@Syair_malam

@rikky182: Yang dipeluk malam bukanlah aku, namun kesunyian yang lebih dingin dari kata sendiri – ketika kau memilih pergi

 

16 Sep 11 Puisi Kita@puisikita

RT @rikky182: Pada debur ombak itu, ada kata yang ingin kusajakkan untukmu; tentang ketabahan pantai menjaga doa-doa.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s