telaga menelan dahaga

gemulai lirih daun kembang kenanga
jatuh ditengah telaga

entah bagaimana
langkahmu lunglai diatasnya
menyisakan riak-riak kecil
yang menyebut namaku

kudadapati wajah-wajah kenagan
menunduk menahan dahaga
memunguti air mata
yang terlanjur menyatu
tenggelam didalamnya

seandainya langit berwarna selain biru
aku ingin sewarna dengan telaga

sampai habis ditelan tiada
tawa serupa nyanyian katak
yang selalu memuja
dua rembulan didadamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s