semangkuk seruni dimusim hujan

 

nantinya
saat musim merindu
telah habis masanya
hujan akan turun
tiga kali dalam semalam

saat itu
kenangan perlahan
datang dalam ingatan
yang sesekali
mengganggu tidurmu

akhirnya
perlahan bibirmu
menyebut namaku
seketika itu
tanpa kau tahu
kecupku sudah rebah
dilapang dadamu

-Tuhan apapun yang kupunya
selalu ada kau
yang kupuja-

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s