kita berdua saja

kita berdua saja
membaca gerimis
yang dituliskan
langit abu-abu
beraroma anggur
 
kita berdua saja
menghitung kecup
bibirmu diselasar
tubuh purnama
yang belum sempurna
 
kita berdua saja
mempelajari rintik
yang dijelaskan
jemari hangat
nafsu jemariku
pada kembar dadamu
 
kita masih berdua
ketika gemuruh
samudra gundah
menjarah ruang
dikamar remang
lalu basah resah
nafasmu bergetar
terus sayang
jangan berhenti

kita masih berdua
saat dadaku
melambat berdetak
dan dadamu
merambat terlambat
didadaku

kita berbagi bantal
berbagi mimpi
berbagi dunia
lalu
kita berencana
mengulangnya
lagi

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s