everlasting – kekal

ada kalanya kenanga luruh
saat kau memelukku sungguh,
menahan sore yang penuh derita
dan kita tahu semua hanya air mata

tak ada pertemuan abadi
kecupku tak menjawab yang telah terjadi,
rindu berteriak kencang
didada yang tuli dan gersang

aku mengira
esok adalah kemarin yang tertunda
aku berharap
saat ini adalah lusa yang mendua

bagaimana derita bisa semerdu ini?
masing-masing dari kita terlalu erat
memeluk tiap kenangan yang terpaksa ditinggal
meraba cerita yang nantinya tak kekal

waktu dengan sopan melambaikan tangan
lalu jarak mulai berguman
dalam kesunyiannya
yang abadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s