selamat pagi seribu kali

mengingat itu seperti mengupas mangga
bagaimanapun cara mengupasnya
jemarimu tetap lengket karenanya
jadi bagaimana mungkin melupakan
dimimpipun masih bertemu kamu?

mengingat itu seharusnya semudah tawa
senang sesaat merasakan kegembiraan
namun sesudahnya lupa apa yang terjadi
bagian mana yang mudah?
debar setelah kau tertawa atau sunyi setelahnya?

apa yang sebenarnya kau pikirkan
setelah sekian lama tak menyapa
secarik senja ditulis dengan tinta ungu
panjang-panjang kalimatnya buat kamu
semoga dalam tidur kau sudi membacanya
satu demi satu
sampai pagi
mengingatkan kita
bahwa bukan aku
disampingmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s