sajak untuk setiap pagi yang kita habiskan dengan berjauhan

kaulah biji-biji kopi
yang menyatu bersama pagi
menceritakan kehangatan
dan mencairkan ingatan

kaulah bulir-bulir roti
yang memenuhi harapan
syair jatuh hati
diatas kertas kemudian

begitulah seharusnya
kata-kata disusun
sedemikian rapinya
diatas awan
dan aku terus berharap
nanti akan jatuh
tepat pukul dua siang
saat langit kotamu
berubah sendu
dan kau segera
mencari kenangan
dari selembar
daun basah
yang dituliskan
hujan
bulan Juni

dari kopi dan roti
dari hujan dan pagi
selalu membawa
salah satu dari kita
pulang lebih awal
pada kenangan

dan kau
yang sudah
disebutkan diawal
tetaplah datang
walau kelanjutan
dari kita
sudah berakhir
sejak sarapan
ini dihabiskan

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s